GANTI REZIM GANTI SISTEM BANGUN PARTAI KELAS PEKERJA BANGUN SOSIALISME
Tampilkan postingan dengan label Bacaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bacaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Desember 2010

Partai Komunis Jerman dan krisis tahun 1923


Rosa Luxemburg dan Karl Liebnecht, dibunuh oleh pemerintah Demokrat Sosial.
Dengan Milner Graham
Partai Komunis Jerman (KPD) didirikan pada panas yang sangat perjuangan revolusioner. Salah satu masalah utama partai dari awal adalah bahwa hal itu dibentuk sebagai organisasi terpisah terlambat untuk mempengaruhi secara signifikan perjalanan Revolusi Jerman 1918-1919. Jika ada telah ada saat ini sebuah partai massa revolusioner sepanjang garis partai Bolshevik Lenin, maka juga bisa menjadi radikal rekonstruksi masyarakat Jerman menjadi republik dewan pekerja. Alih-alih hasil seperti itu, rezim borjuis-demokratis terhambat Weimar muncul menjadi ada, di mana sebagian besar mesin negara yang ada, termasuk tentara, pengadilan dan layanan sipil, dipelihara utuh. [1]
Alih-alih menuju kemenangan sosialis itu, Januari 1919 "Spartakus-minggu", di mana Partai Komunis muda diadu dalam pemberontakan bersenjata melawan pemerintah Ebert-Scheidermann, menghasilkan kekalahan bencana. Rosa Luxemburg, yang telah menentang pementasan pemberontakan endapan dan mendukung partisipasi KPD dalam pemilihan Majelis Nasional ditetapkan untuk 19 Januari 1919, dan Karl Liebnecht - dua pemimpin pusat partai - dibunuh pada instruksi pemerintah Demokrat Sosial (SPD). Jadi Partai Komunis kehilangan dua pemimpin yang paling berpengalaman, menjadi faktor yang telah konsekuensi serius bagi perkembangan masa depan partai. [2]

Jumat, 03 Desember 2010

Engels Tentang Bakunin (Surat kepada Theodor Cuno, 24 Januari 1872)

Written by Friedrich Engels


Indonesian translation of Engels on Bakunin (Letter to Theodore Cuno, January 24, 1872)

Bakunin, yang sampai dengan tahun 1868 telah melakukan intrik terhadap Internasionale, bergabung dengannya setelah mengalami kegagalan pada Konferensi Perdamaian Berne dan segera memulai konspirasi di dalam Internasionale untuk melawan Dewan Umum. Bakunin mempunyai sebuah teori yang khas dirinya sendiri, sebuah campuran antara Proudhonisme dan komunisme, yang butir utamanya adalah bahwa pada tempat pertama ia tidak menganggap kapital, dan karena itu dia tidak menganggap kontradiksi klas antara kaum kapitalis dan orang-orang upahan yang telah muncul melalui perkembangan sosial, sebagai kejahatan utama yang harus dihapuskan – alih-alih ia menganggap negara sebagai kejahatan yang utama. Kendati massa yang besar dari kaum buruh Sosial-Demokratik memegang pandangan kita bahwa kekuasaan negara tidak lebih dari organisasi yang dibentuk oleh klas-klas penguasa, para tuan-tanah, dan para kapitalis untuk melindungi hak-hak istimewa mereka, Bakunin mempertahankan bahwa negaralah yang telah menciptakan kapital, bahwa sang kapitalis memiliki kapitalnya hanya karena kemurahan-hati negara. Maka, karena negara adalah kejahatan yang utama, adalah di atas segalanya negara yang harus diakhiri dan kemudian kapitalisme akan pergi ke neraka dengan sendirinya. Kita, sebaliknya, berkata: akhirilah kapital, sita seluruh alat produksi dari tangan segelintir orang, dan negara akan berlalu dengan sendirinya. Perbedaan ini bersifat esensial. Tanpa sebelumnya ada sebuah revolusi sosial, penghapusan negara adalah omong kosong; penghapusan kapital pada dirinya sendiri merupakan revolusi sosial dan melibatkan sebuah perubahan dalam seluruh metode produksi. Tapi, lebih jauh karena bagi Bakunin negara adalah kejahatan utama, tidak ada yang harus dilakukan yang dapat mempertahankan keberadaan negara manapun, entah berupa sebuah republik, sebuah monarki, atau apapun itu. Maka karena ituabsensi sepenuhnya dari semua politik. Untuk melakukan aksi politik, dan khususnya untuk mengambil bagian dalam sebuah pemilihan umum, akan merupakan sebuah pengkhianatan terhadap prinsip. Yang perlu dilakukan adalah melakukan propaganda, menghujat negara, mengorganisir, dan ketika semua pekerja dimenangkan, dalam kata lain mayoritas, singkirkanlah para penguasa, hapuskan negara, dan gantikan dengan organisasi Internasionale. Aksi besar ini, yang dengannya zaman keemasan millennium dimulai, disebutlikuidasi sosial.

1968: Serangan umum dan pemberontakan mahasiswa di Prancis


Bagian 1-Sebuah situasi revolusioner berkembang

Oleh Peter Schwarz 
28 Mei 2008
Ini adalah yang pertama dalam serangkaian artikel yang berhubungan dengan peristiwa Mei / Juni 1968 di Perancis. Bagian 1 , diposting 28 Mei berurusan dengan perkembangan pemberontakan mahasiswa dan pemogokan umum sampai ke titik yang tinggi pada akhir Mei. Bagian 2 , posted 29 Mei meneliti bagaimana Partai Komunis (PCF) dan serikat yang dikendalikan, CGT itu, memungkinkan Presiden Charles de Gaulle untuk mendapatkan kembali kontrol. Bagian 3 dan 4 meneliti peran yang dimainkan oleh para Pablois, bagian akhir akan memeriksa Pierre Lambert Organisasi Communiste Internationaliste (OCI).
Ada hampir tidak lain peristiwa historis yang telah diperintahkan begitu banyak perhatian publik sebagai memperingati 40 tahun pemberontakan tahun 1968. Dalam beberapa pekan terakhir, ratusan artikel, wawancara, dokumenter dan film televisi telah dipublikasikan pada protes mahasiswa dan perselisihan perburuhan yang terjadi di tahun-dengan cakupan lebih jelas di Jerman daripada untuk ulang tahun sebanding lain.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Rezim SBY-Budiono dan DPR sudah Gagal! Buruh dan Rakyat Bersatu Wujudkan Kesejahteraan!


Pada tanggal 20 Oktober nanti genap 6 tahun pemerintahan SBY-Budiono atau 1 tahun periode kedua Kabinet Indonesia Bersatu. Setelah 2 kali berkuasa di negeri ini hingga sekarang, apa yang telah diberikan oleh SBY-budiono dan parlemen kepada rakyat Indonesia? Apakah hidup rakyat semakin bertambah sejahtera atau semakin miskin? jawaban yang waras sudah jelas: RAKYAT SEMAKIN MISKIN! Buktinya adalah; daya beli rakyat semakin turun akibat harga-harga melambung tinggi. Kenaikan harga-harga ini dipicu oleh pencabutan subsidi listrik yang dilakukan oleh pemerintah pada Agustus lalu dengan alasan menghindari pembengkakan pengeluaran APBN, setelah sebelumnya rakyat dihadapkan dengan kurangnya pasokan listrik oleh PLN. Pencabutan subsidi listrik ini menambah panjang deretan ‘sumber kehidupan atau fasilitas kesejahteraan rakyat yang subsidinya dicabut oleh pemerintah’. Kenaikan harga kebutuhan pokok ini diperparah ulah para spekulan atau para pedagang/tengkulak yang cenderung mengeruk keuntungan sendiri dengan menimbun barang-barang kebutuhan pokok untuk dijual kemudian dengan harga yang tinggi ketika barang dipasar sudah sulit untuk didapatkan. Kenaikan tarif dasar listrik ini memaksa para pengusaha untuk melakukan pengurangan kesejahteraan kepada buruhnya;mengalihkan status buruh tetap menjadi buruh kontrak/outsourching,buruhnya di rumahkan dan bahkan sampai PHK. Hal ini dilakukan oleh pengusaha karena mereka tidak punya keberanian untuk menolak kenaikan tarif dasar listrik yang menjadi awal persoalan. Bagi pengusaha, lebih baik menindas buruh dari pada melawan kebijakan pemerintah yang salah. Inilah watak pengecut pengusaha. Bagi buruh yang melawan kebijakan pengusaha yang merugikan buruh ini, maka mereka dihadapkan pada ancaman mulai dari skorsing sampai pemecatan, dan kriminalisasi dengan berbagai alasan termasuk pencemaran nama baik perusahaan, seperti yang terjadi di PT. Hebel Kerawang dan PT.Hansumtex KBN Cakung. Belum lagi ketika buruh menyatukan diri dengan kekuatan gerakan rakyat yang lain, pemerintah selalu berusaha untuk menhancurkan kekuatan itu baik dengan represif aparat polisi dan tentara ataupun menggunakan milisi sipil reaksioner/preman. Yang terbaru kita bisa ikuti diberbagai media tentang rencana pemerintah untuk melakukan revisi terhadap UU ketenagakerjaan no.13 tahun 2003 yang selama ini menindas buruh termasuk supir. Revisi yang disiapkan pemerintah tidaklah membuat UU ketenagakerjaan yang lebih baik, tapi membuat UU yang lebih berpihak pada pemilik modal. Revisi ini pada tahun 2005 sempat disodorkan oleh pemerintah, namun karena perlawanan buruh begitu besar, akhirnya bisa digagalkan. Sekarang setelah melalui tahapan ACFTA dan National Summit yang menghasilkan kebijakan liberalisasi investasi asing dan penguasaan aset-aset negara oleh asing serta penghapusan tarif impor terhadap barang-barang yang masuk dari luar negeri—yang pasti akan menghancurkan industri lokal-, pemeritah akan kembali menyodorkan revisi itu untuk memenuhi keinginan para pengusaha baik asing maupun pengusaha dalam negeri. Revisi ini antara lain akan meliputi; penghapusan standar UMP dan menggantinya dengan standar upah kawasan terendah;penerapan sistem kontrak dan outsourching tanpa batas waktu dan jenis pekerjaan; penggunaan tenaga kerja asing tanpa batas, penurunan nilai pesangon PHK; pemberian syarat yang lebih berat dalam prosedur hak mogok,termasuk peningkatan standar jumlah keanggotaan sebagai syarat pendirian serikat buruh.


Sabtu, 02 Oktober 2010

Masalah dalam Revisi UUK No. 13 Tahun 2003

===================================

Masalah yang pokok dalam UU Ketenagakerjaan adalah menghilangkan jaminan hak atas pekerjaan, melegalisasikan praktik-praktik sistem kerja kontrak ilegal dan outsourcing, melepaskan tanggung jawab dan kewajiban negara untuk melindungi buruh dan mempertahankan hak atas pekerjaannya, mengebiri serikat buruh dan meligitimasi kebijakan upah murah intinya substansi isi UUK ini sangat merugikan dan tidak berpihak pada kaum buruh, sehingga dampaknya sangat nyata dirasakan oleh kaum buruh dan keluarganya begitu buruk dan menyengsarakan. Sebagaimana kita saksikan semenjak di berlakukan UUK gelombang PHK massal terjadi dimana-mana dengan tanpa pesangon, ataupun dalam rangka menggantikan buruh tetap/permanen menjadi buruh kontrak, semua perusahaan ramai-ramai tidak lagi menerima buruh tetap semuanya sebagai buruh kontrak ataupun outsourcing demi menghindari berbagai kewajiban pengusaha dalam pemenuhan hak-hak buruh [upah yang layak, jaminan sosial, pesangon, THR] dan masih banyak lagi deretan peristiwa yang menjelaskan paraktek-praktek yang membuat kaum buruh ditindas dan dihisap [eksploitasi] baik yang terang-terangan ataupun yang terselubung yang dilakukan oleh pemodal /pengusaha dan rezim anti buruh atas nama hukum UU No.13 Tahun 2003 yang nyata-nyata adalah produk rezim anti buruh, anti rakyat sebagai jalan untuk melapangkan kepentingan modal asing yang dipaksakan.

Kamis, 16 September 2010

Mencari Wikana (2) Anak Menak Revolusioner

Kamis, 19 Agustus 2010 - 01:20:03 WIB

Lahir dari keluarga priayi bukan halangan untuk jadi pejuang. Sangat membenci penjajah. 
MUNGKIN Nonoh tak pernah menyangka kalau anak lelakinya itu kelak menjadi seorang pemuda yang punya peran menentukan dalam periode revolusi Indonesia. Dia lahir pada 16 Oktober 1914 di Sumedang, Jawa Barat sebagai anak keempatbelas dari enambelas bersaudara. Ayahnya Raden Haji Soelaiman, seorang pendatang Demak, Jawa Tengah.

Wikana lahir pada tahun yang sama ketika Belanda memperkuat pertahanan kota Sumedang dari serangan musuh. Pada masa Perang Dunia I (1914-1918) Belanda membangun benteng-benteng di sekitar kota Sumedang. Perjuangan politik bukan hal baru buat keluarga menak itu. Kakaknya Winanta, pernah ditahan di Boven Digul atas tuduhan terlibat pemberontakan komunis 1926. Wikana muda belajar politik pada Winanta yang menuangkan pengalamannya selama di Digul dalam buku “Antara Hidup dan Mati atau Buron dari Boven Digul” yang disunting oleh Pramoedya Ananta Toer dalam Cerita Dari Digul.

Mencari Wikana (1) Sepakterjang Pemuda dari Sumedang

Kamis, 19 Agustus 2010 - 01:23:10 WIB

Dia berperan penting pada hari-hari buncit menjelang proklamasi. Hidupnya berakhir tragis.
PADA lokasi bekas rumah bersejarah di jalan Pegangsaan Timur No. 56 berdiri sebatang tiang menjulang tinggi dengan simbol petir di pucuknya. Sederet kalimat tertera pada dasar tiang itu: “Disinilah Dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta.” 

Enam puluh lima tahun lalu, sesosok pemuda kurus berambut klimis berkacamata minus mendatangi rumah bersejarah yang dulu masih berdiri tegak. Wikana, pemuda itu, ditemani pemuda lain, Aidit, kelak menjadi orang nomor satu Partai Komunis Indonesia (PKI), Darwis, Yusuf Kunto dan Soebadio Sastrosatomo. Kepada Bung Karno Wikana meyakinkan kalau kemerdekaan harus segera diumumkan malam ini juga, kalau tidak “besok akan terjadi pertumpahan darah,” kata Wikana setengah mengancam. Bung Karno tersinggung. Dia membentak balik Wikana seraya menantang menyembelih lehernya malam itu juga, “Ini leher saya, seretlah saya ke pojok itu, sudahilah nyawa saya malam ini juga. Jangan menunggu sampai besok pagi!”

Jumat, 03 September 2010

MAO ZEDONG TENTANG PRAKTEK

Sumber:

Tentang Praktek, Mao Tje Tung, Cetakan ke IV, Yayasan Pembaruan, Jakarta 1964

*

Pengantar

Dulu didalam Partai Komunis Tiongkok terdapat suatu golongan-golongan kaum doktriner yang untuk waktu yang lama, karena, mengabaikan pengalaman revolusi Tiongkok dan tidak mengakui kebenaran bahwa "Marxisme bukanlah dogma melankan suatu pedoman untuk beraksi". Menggertak sambal orang dengan

TENTANG POLITIK Mao Tje Tung

Buku ini diterjemahkan menurut Pilihan Tulisan Mao Tje-tung jilid II dalam bahasa Tiongkok yang diterbitkan pada bulan Agustus 1952 oleh Pustaka Rakyat, Peking. [PENERBIT]. Dicetak di Republik Rakyat Tiongkok. Ini adalah sebuah petunjuk dalam Partai yang ditulis oleh Kawan Mao Tje-tung pada tanggal 25 Desember 1940 atas nama Central Comite Partai Komunis Tiongkok.

Panitia Penerbit Pilihan Tulisan Mao Tje-tung Central Comite Partai Komunis Tiongkok (PUSTAKA BAHASA ASING PEKING 1956)

MENGUBAH PELAJARAN KITA Mao Zedong

Buku ini diterdjemahkan menurut "Pilihan Tulisan Mau Tje-tung" djilid III jang diterbitkan dalam bahasa Tiongkok pada bulan Pebruari 1953. Pustakan Bahasa Asing, Peking 1955.

* * *

Saya menganjurkan supaya mengubah metode belajar dan sistim belajar seluruh Partai kita. Alasan2nya sebagai berikut:

MEMPERHATIKAN PENGHIDUPAN MASSA DAN CARA BEKERJA

MAO ZEDONG

Diambil dari buku Memperhatikan Kehidupan Massa dan Cara Bekerja, Pustaka Bahasa Asing, Peking, 1953.

Tulisan ini adalah sebagian dari kesimpulan yang dibuat oleh Kawan Mao Tse Tung dalam Kongres Buruh dan Tani Seluruh Tiongkok Ke 2 yang diselenggarakan pada bulan Januari 1934 di Juikin, Propinsi Kiangsi.

*

Mao Tje Tung Diktatur Demokrasi Rakjat

Versi Inggris : ON THE PEOPLE'S DEMOCRATIC DICTATORSHIP
Sumber : Penerbit ABAD BARU, SURABAYA – INDONESIA, 1950
Publikasi Online : Situs Indo-Marxist—Situs Kaum Marxist Indonesia, 22 Maret 2003
Kontributor : Nouval Merdeka

Kata Pengantar

Pada tanggal 1 juli 1949 Partai Komunis Tiongkok ( Kungchantang ) memperingati hari berdirinya yang ke-28. Mao Tje Tung sebagai ketua dari Kungchantang telah mengupas sejarah Kungchantang dan menjelaskan kebijakan politik selanjutnya yang akan di-ikuti oleh Kungchantang. Dalam pidato ynag bersejarah ini dan diadakan di Peking, Kawan Mao telah menegaskan apa artinya “Demokrasi Rakjat”. Bagi

MAO ZE-DONG ANALISA KLAS-KLAS DALAM MASYARAKAT TIONGKOK Maret 1926

Versi Inggris : ANALYSIS OF THE CLASSES IN CHINESE SOCIETY
Sumber : Pilihan Karya Mao Ce-tung, jilid I, halaman 13, Pustaka Bahasa Asing, Peking, 1967.
Publikasi Online : Situs Indo-Marxist—Situs Kaum Marxist Indonesia, 25 April 2003
Kontributor : Sumartono, S.IP


Siapa musuh kita? Siapa sahabat kita? Masalah ini adalah masalah yang nomor satu pentingnya bagi revolusi. Sebab pokok mengapa semua perjuangan revolusioner di Tiongkok pada masa lampau sangat kecil hasilnya ialah karena tidak bisa bersatu dengan sahabat yang sesungguhnya untuk menggempur musuh yang

MAO ZE-DONG MENGAPA KEKUASAAN POLITIK MERAH TIONGKOK DAPAT BERDIRI 5 Oktober 1928

Versi Inggris : Why Is It that Red Political Power Can Exist in China?
Sumber : Pilihan Karya Mao Ce-tung, Jilid I, Halaman 79. Pustaka Bahasa Asing, Peking, 1967.
Publikasi Online : Situs Indo-Marxist—Situs Kaum Marxist Indonesia, 25 April 2003
Kontributor : Abdul Rozak

I. SITUASI POLITIK DALAM NEGERI

Rejim raja perang-raja perang baru Kuomintang yang sekarang ini masih tetap merupakan rejim klas komperador di kota-kota klas gembong lalim setempat dan ningrat jahat di desa-desa, suatu rejim yang keluar menyerah kepada imperialisme dan ke dalam mengganti rajaperang-rajaperang lama dengan rajaperang-

MAO ZE-DONG MEMUSATKAN KEKUATAN UNGGUL UNTUK MEMUSNAHKAN MUSUH SATU DEMI SATU 16 September 1946

Versi Inggris : CONCENTRATE A SUPERIOR FORCE TO DESTROY THE ENEMY FORCES ONE BY ONE
Sumber : Pilihan Karya Mao Tje-Tung, Jilid IV, halaman 119, Pustaka Bahasa Asing, Peking, 1967.
Publikasi Online : Situs Indo-Marxist—Situs Kaum Marxist Indonesia, 25 April 2003
Kontributor : Sumartono, S.IP


1. Cara bertempur denga memusatkan kekuatan unggul untuk memeusnahkan musuh 1) satu demi satu harus digunakan bukan saja dalam disposisi pasukan atau kampanye, tetapi juga dalam disposisi pasukan untuk pertempuran

MAO TJE TUNG BEBERAPA MASALAH MENGENAI METODE MEMIMPIN 1 Juni 1943

Versi Inggris : SOME QUESTIONS CONCERNING METHODS OF LEADERSHIP
Sumber : Pilihan Karya Mao Ce-tung, jilid III halaman 151. Pustaka Bahasa Asing, Peking, 1967.
Publikasi Online : Situs Indo-Marxist—Situs Kaum Marxist Indonesia, 25 April 2003
Kontributor : Suroto, SE

1. Bagi kita orang Komunis, ada dua metode yang harus dipergunakan dalam melakukan pekerjaan apapun. Pertama, memadukan yang umum dengan yang khusus, memadukan pimpinan dengan massa.

CHE GUEVARA ESENSI PERANG GERILYA (1960)

Tulisan ini merupakan bagian pertama dari Bab I buku La Guerra de Guerrilas ( Perang Gerilya).

* * *


Kemenangan perjuangan bersenjata rakyat Kuba atas kediktatoran Batista bukan hanya merupakan kejayaan kepahlawanan sebagaimana dilaporkan oleh siaran warta berita di seluruh dunia; Kemenangan itu juga mendorong perubahan dalam dogma-dogma lama mengenai perilaku massa rakyat Amerika Latin. Secara nyata ia menunjukkan kapasitas rakyat untuk membebaskan dirinya melalui perjuangan gerilya melawan pemerintahan yang menindasnya.

CHE GUEVARA APA YANG HARUS KITA PELAJARI dan APA YANG HARUS KITA AJARKAN Desember 1958

Artikel ini ditulis pada minggu-minggu terakhir sebelum kemenangan, dipublikasikan pada tanggal

1 Januari 1959 di Patria, organ resmi Tentara Pemberontak di Propinsi las Villas.

* * *

Di bulan Desember ini, bulan peringatan kedua pendaratan Granma, sangat bermanfaat untuk menilik kembali tahun-tahun perjuangan bersenjata dan pertempuran revolusioner kita selama ini. Gejolak pertama diberikan oleh kudeta Batista pada tanggal 10 Maret 1952, dan lonceng pertama bergema pada tanggal 26 Juli 1953, dengan penyerbuan tragis Moncada itu.

Che Guevara Tanggung Jawab Kelas Buruh Dalam Revolusi Kita 18 Juni 1960

Versi Online : Indomarxist.Net, 30 Mei 2003
Kontributor : Edi Cahyono

Pidato ini diberikan sebagai bagian dari seri acara televisi programa "Kemajuan-kemajuan Kuba," di depan buruh-buruh dari Kementerian Komunikasi. Tak lama setelah pidato ini, pemerintahan revolusioner menjalankan nasionalisasi, antara bulan Juli dan Oktober 1960, yang menghapuskan pemilikan peribadi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan kapitalis-kapitalis Kuba. Pidato ini dipublikasikan pada tanggal 19 Juni 1960, terbitan dari Revolucion.

CHE GUEVARA KADER : TULANG PUNGGUNG REVOLUSI September 1962

Artikel ini dimuat dalam Jurnal bulanan Cuba Socialista (edisi September 1962)

* * *


Tak perlu lagi untuk meragukan watak khas revolusi kita,tentang hal-ikhwalnya, dengan semangat spontanitasnya, yakni transisi yang berlangsung dari revolusi pembebasan nasional menuju revolusi sosialisme. Dan tak perlu pula meragukan peningkatan pesat dari tahap-tahap perkembangannya, yang dipimpin oleh orang-orang yang sama yang ikut serta dalam peristiwa heroik penyerangan garnisun Moncada, berlanjut melalui pendaratan Granma, dan memuncak pada deklarasi watak sosialis dari revolusi Kuba. Para simpatisan baru, kader-kader, dan organisasi-organisasi membentuk sebuah strukfur organisasional yang pada awal gerakan masih lemah, sampai kemudian berubah menjadi luapan rakyat yang akhirnya mencirikan revolusi kita.