GANTI REZIM GANTI SISTEM BANGUN PARTAI KELAS PEKERJA BANGUN SOSIALISME
Tampilkan postingan dengan label Kabar Kawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Kawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Desember 2010

PEMBEBASANews :: Reportase seputar peringatan hari HAM 2010


PEMBEBASANews.
(10/12/2010)

Peringatan Hari HAM: Rezim SBY-Boediono, Parlemen dan elite politik tak pernah serius mewujudkan pemerintahan bersih dan demokratis. Para koruptor dan Pelanggar HAM masih berkeliaran. Gulingkan SBY-Boediono, ganti dengan pemerintahan persatuan rakyat yang mandiri dan demokratik.

Peringatan Hari HAM Se-Dunia diperingati di beberapa kota Indonesia dengan demonstrasi. Di beberapa kota tersebut (Samarinda, Kupang, Ternate, Jakarta, Jogjakarta, Medan, Palu, Makasar, dll) para aktifis pro-demokrasi, pembela HAM, organisasi pemuda, memiliki tuntutan yang sama yaitu: menuntaskan kasus pelanggaran HAM, mewujudkan demokrasi hingga penggulingan rezim SBY- Boediono, karena rezim yang berkuasa hari ini merupakan rezim yang tidak bersih dari kasus pelanggaran HAM. Mereka menilai bahwa masih banyak kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu yang hingga kini belum tersentuh hukum, mulai dari tindak kekerasan hingga penghilangan aktifis bahkan pembantaian jutaan anggota/simpatisan Parta Komunis Indonesia pada tahun '65 lampau. Dan celakanya, negara membiarkan pelanggaran HAM terus terjadi, bahkan mereproduksinya.

Jika dilihat kasus per kasus pelanggaran HAM yang dilakukan negara kepada rakyatnya, maka akan sangat panjang daftarnya. Sudah sekian banyak jumlahnya, namun pada peringatan hari HAM ini, kasus demi kasus tak kunjung tuntas. Negara membiarkannya, para lembaga negara tak beda. Permasalahan pelanggaran HAM merupakan permasalahan yang serius, dalam artian, hal tersebut harus menjadi bagian dari persoalan penegakan demokrasi yang kini (oleh rezim kapitalis SBY-Boediono) diabdikan untuk kepentingan modal. Maka, makna demokrasinya juga harus dirubah--diarahkan dan diabdikan kepada kepentingan rakyat miskin. Sementara, saluran-saluran perjuangan (aspirasi) rakyat di negri ini sangat tidak efektif dijadikan sebagai alat perjuangan, semacam partai politik yang ada, DPR/DPRD dan lembaga-lembaga lain (mana keberfihakan partai politik, DPR dan lembaga-lembaga negara yang lain? TIDAK ADA!)

Pernyataan Sikap Peringatan Hari HAM Internasional Komite Nasional Perempuan Mahardhika


 Komite Nasional

Perempuan Mahardhika

Sekretarian: Jalan Tebet Timur Dalam III J No 1 B Jakarta Selatan
Tel/Fax: 02183790348, email: mahardhika.kita@gmail.com


Pernyataan Sikap
Peringatan Hari HAM Internasional
Pemerintahan SBY-Budiono, Elit Politik dan Partai-Partai Politik  Anti Demokrasi !
Ayo Bangun Persatuan Gerakan Rakyat dan Perempuan untuk Melawan Represi Negara!

Kami mengutuk keras tindakan polisi yang melakukan penembakan terhadap 12 mahasiswa yang melakukan demonstrasi anti korupsi di Makassar pada tanggal 9 Desember 2010. Penembakan tersebut menambah sederetan tindakan anti demokrasi yang dilakukan oleh aparat kepolisian, tentara ataupun milisi sipil reaksioner dalam pemerintahan SBY –Budiono terhadap gerakan dan rakyat Indonesia.
Kasus-Kasus Pelanggaran HAM Berat Di Masa Lalu: Jangan Dilupakan
Naiknya Soeharto ke tampuk pemerintahan pada tahun 1965 mengorbankan kurang lebih 2-3 juta rakyat Indonesia yang dibunuh dan ribuan lainnya diculik, disiksa, diperkosa, dilecehkan dan dipenjarakan tanpa pengadilan –laki-laki dan perempuan—terhadap anggota atau mereka yang diduga sebagai anggota Partai Komunis Indonesia.
Tiga puluh dua tahun kedikdaktoran Soeharto, sederatan pelanggaran HAM terus terjadi yang didukung penuh oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) -sekarang TNI- dan juga partai terbesar saat itu Golongan Karya (Golkar). Sejumlah peraturan dibuat untuk membatasi aktivitas politik dan organisasi rakyat, seperti 5 Paket Undang-Undang Politik, peleburan partai-partai sehingga hanya menjadi tiga partai saja yang diakui oleh pemerintah ( Golkar, PDI dan PPP), pemberlakuan NKK/BKK yang memberangus gerakan mahasiswa dikampus, pemberlakuan Dwi Fungsi ABRI yang menyebabkan banyak rakyat yang mati dibunuh, diculik dan dipenjarakan karena mencoba melakukan perlawanan-perlawanan terhadap rezim Soeharto. Tentu kita masih ingan terbunuhnya Marsinah, wartawan Udin, pemberedelan koran dan atau majalah yang terkait dengan pemberitaan yang bersebarang dengan pemerintah.
Pada tahun 1976 ABRI melakukan invasi ke Timor-Timur –sekarang Timor Leste dan sudah merdeka—yang menyebabkan ribuan nyawa rakyat Timor Leste hilang, data yang tercatat dalam Amnesty Internasional kurang lebih 60.000 orang meninggal ditahun-tahun invasi dan terus bertambah dari tahun ke tahun hingga mencapai angka 200.000

FBLP-PPBI: PERNYATAAN SIKAP TENTANG PENETAPAN UMP DKI TAHUN 2011

Forum Buruh Lintas Pabrik Jakarta Utara (FBLP-JAKUT)
Anggota Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia (PPBI)
 

PERNYATAAN SIKAP TENTANG PENETAPAN UMP DKI TAHUN 2011

FBLP-PPBI yang merupakan salah satu anggota Forum Buruh DKI (yang terdiri dari belasan serikat buruh di DKI Jakarta) sedari awal telah mempunyai sikap, bahwa upah buruh di DKI dan juga upah buruh secara keseluruhan di Indonesia hingga hari ini masih jauh dari standar kelayakan manusia.

Data pemerintah (melalui BPS) sendiri telah menunjukan bahwa selama 10 tahun, terhitung dari tahun 1999-2009, upah real buruh selalu turun, dan bahkan hanya bisa mencover kebutuhan sehari-hari buruh sebanyak 49 %.

Minggu, 05 Desember 2010

PEMOGOKAN di KBN CAKUNG, Jakarta Utara


Mahardhika News-Jakarta, Dari belasan menjadi ribuan—buruh tumpah ruah di Kawasan Berikat Nusantara, Cakung, Jakarta Utara, melakukan pemogokan.
Buruh KBN Tuntut UMP DKI 2011 Rp. 1,4 Juta.

Cakung, Jakarta Utara (03/12/2010)
Pagi, 05:30 WIB, di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung, Jakarta Utara, belasan orang aktifis buruh dari Forum Buruh Lintas Pabrik (FBLP-PPBI) dengan dukungan dari aktifis mahasiswa (Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) dan organisasi perempuan (Perempuan Mahardhika) menggelar orasi-orasi untuk mengajak para buruh melakukan demonstrasi menuntut upah Rp. 1,4 Juta.

Pagi itu, hujan mengguyur kawasan pabrik, tak menghalangi semangat mereka untuk mengajak para buruh berjuang demi kesejahteraan. Bermodalkan nyali, bendera, megaphone dan poster-poster, mereka tak henti-hentinya melakukan orasi politik di pintu gerbang belakang KBN dipimpin oleh kawan Jumisih dari FBLP yang juga sebagai pimpinan nasional Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia (PPBI).

Jumat, 03 Desember 2010

Pemogokan di KBN Cakung


Mahardhika News - Jakarta, Pemogokan di KBN cakung oleh berbagai serikat Buruh DKI salah satunya adalah Forum Buruh Lintas Pabrik (FBLP),pada hari Kamis (25/11/10).
Penutupan gerbang belakang KBN Cakung tersebut tidak serta merta terjadi. Sekitar pukul 06.00 pagi, baru terdapat 20 buruh anggota serikat-serikat buruh di KBN Cakung yang berkumpul di gerbang belakang KBN. Setelah mengumpulkan keberanian, ke dua puluh buruh tersebut berani menutup gerbang belakang KBN secara bersama-sama. Belasan ribu buruh pun terjebak di luar. Awalnya, buruh-buruh di luar gerbang bahkan sempat meloncati pagar kawat di samping gerbang KBN Cakung agar bisa tetap masuk kerja. Akan tetapi, setelah beberapa aktivis serikat buruh berorasi dan menjelaskan kepada buruh bahwa pemblokiran KBN dilakukan untuk melibatkan kawan-kawan buruh dalam perjuangan menuntut upah layak sesuai KHL (UMP DKI hanya ditetapkan sebesar Rp 1.196.269 padahal KHL ditetapkan Rp 1.400.000), buruh-buruh di luar berhenti meloncati gerbang. Selama 2,5 jam gerbang belakang KBN Cakung ditutup dan selama itu pula beberapa aktivis buruh berorasi di atas tembok gerbang belakang KBN. Hingga pukul 09.00 WIB, pintu gerbang belakang KBN Cakung dibuka dan belasan buruh tersebut berhamburan masuk ke dalam kawasan KBN Cakung untuk melakukan sweeping terhadap pabrik-pabrik yang masih beroperasi. Sementara di pintu gerbang depan KBN Cakung, ratusan buruh menghadang mobil-mobil angkutan yang ditumpangi buruh dan menurunkan buruh-buruh di dalam mobil angkutan. Dengan dipimpin oleh mobil komando, ratusan buruh siap

Minggu, 14 November 2010

Seruan untuk Membangun Solidaritas & Persatuan PK SBTPI DJ TRANS

Salam pembebasan!!!
Supir dan kenek semakin tertindas. Tidak ada pilihan lain selain melawan. Selama ini kita sebagai supir atau kenek selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari para pengusaha atau pemilik angkutan. Kita terus ditindas dan hak-hak kita terus dirampas.
Sebagai supir atau kenek, kita bekerja tanpa ada batas jam kerja yang jelas, meskipun dalam UU ketenagakerjaan no 13 tahun 2003 sudah jelas mengatur jam kerja buruh-supir dan kenek juga buruh, karena siapapun yang bekerja mengeluarkan tenaga dan pikiranya dan mendapatkan ganti berupa upah atas kerja yang dilakukanya maka dia disebut sebagai buruh-. Hampir 24 jam penuh kita bekerja dalam satu hari. Ini bukan jam kerja yang ringan bagi kita. Tapi jika kita lihat upah yang kita terima selama ini, sungguh tidak sebanding dan sama sekali tidak manusiawi. Karena dalam Keputusan Gubernur DKI jakarta tentang Upah Minimum Provinsi tahun 2010, upah yang harusnya kita terima dalam satu hari kerja dengan 7 jam kerja sehari atau 40 jam kerja seminggu, adalah sebesar Rp. 1.118.000. nilai sebesar itu adalah nilai upah pokok yang harus diterima oleh buruh dengan masa kerja 0-1 tahun. Tapi kenyataan yang kita alami tidak demikian, sungguh jauh dari upah yang seharusnya kita terima. Selain itu dalam UU no 3 tahun 1992 tentang jamsostek, juga diatur bahwa pengusaha wajib mengikutsertakan pekerjanya dalam program jamsostek. Kenyataanya dibanyak tempat, kita tidak mendapatkan itu, sehingga ketika terjadi kecelakaan maka kita tidak mendapatkan biaya perawatan, atau ketika keluarga kita sakit kitapun harus mengeluarkan biaya sendiri, dan tidak ada jaminan hari tua yang bisa kita manfaatkan ketika kita sudah tidak bekerja. Lebih parahnya, kita seringkali di klaim oleh pengusaha ketika terjadi kecelakaan. Nasib kita yang sudah sengsara itu, ternyata bagi para preman baik yang berseragam ataupun yang tidak berseragam adalah belum cukup. Mereka ikut menambah beban kita dengan melakukan pungutan liar kepada supir di jalan-jalan maupun pelabuhan. Penderitaan supir yang menumpuk segunung, dilengkapi oleh perlakuan pengusaha yang kasar dan tidak manusiawi kepada para supir.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Rakyat dan Kelas Buruh Eropa BANGKIT! (sebuah provokasi utk konsolidasi buruh Indonesia 4 Okt 2010)



29 September 2010: Menurut Comisiones Obreras (CCOO) dan Unión General del Trabajadores (UGT), dua konfederasi buruh utama di Spanyol, lebih dari 10 setengah tenaga kerja Spanyol atau 10 juta orang bergabung dalam pemogokan nasional 29 Sept.
Di Madrid antara 100.000-500.000 turun ke jalan pusat-pusat kota. Protes ini adalah protes terbesar yang harus dihadapi oleh Pemerintahan Partai Buruh Sosialis Spanyol (PSOE) sejak terpilihnya Presiden Jose Zapatero pada tahun 2004. Pemogokan benar-benar menghentikan transportasi darat sejak tengah malam, penutupan pertambangan di beberapa wilayah dan melakukan long march ke Madrid, pekerja otomotif pabrik GM, Ford, Citroen, Peugeot, Nissan, Seat, Volkswagen, Mercedes and Iveco shift malam menghentikan kerjanya. Pabrik-pabrik industri berat lainnya juga melakukan hal yang sama, termasuk buruh di pusat-pusat penyulingan minyak, Repsol, bahkan buruh-buruh Bank BBVA, Banco Santander, Banco Pastor dan Caixanova, serta elektronik seperti Alstom, Ercros, Pirelli, Delphi, Sony, dan juga Yamaha. Tak ketinggalan para pekerja media cetak dan eletronik berhenti melakukan penyiaran: Telemadrid, Canal Sur dan TV3. 80% kereta tercepat Spanyol berhenti beroperasi, 2/3 penerbangan dibatalkan

Jumat, 24 September 2010

SPK-PPBI Serikat Pekerja Keamanan – Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia

SIARAN PERS



Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap publik dan demi meluruskan informasi yang beredar seputar sengketa hubungan industrial antara PT Primanusa Purnama Baru (PPB) dan 38 pekerja keamanan/security yang ditempatkan di Saphir Square, kami merasa perlu memberikan keterangan pers mengenai perkembangan kasus tersebut, sebagaimana berikut:

Perlawanan Buruh Perempuan PT. SAI Apparel di Semarang

(Mahardhika News). Pelanggaran terhadap hak buruh kembali terjadi. Kali ini menerpa 9000 buruh perempuan dari PT. SAI Apparel yang berkedudukan di Jalan Brigjen Sudiarto, Semarang. Pelanggaran janji dari pihak perusahaan yang akan membayarkan gaji dan THR pada tanggal 6 Agustus 2010 menuai kemarahan dari para Buruh perempuan yang selanjutnya mengekspresikan tuntutan mereka dengan menggelar aksi pada tanggal 8 Agustus 2010, di kawasan pabrik Apparel.

Ribuan Petani Demo di Istana

Jum'at, 24 September 2010 , 13:04:00



AKSI- Para demonstran yang terdiri dari beberapa organisasi petani mendatangi Istana Negara. Foto: Afni Zulkifli/JPNN
JAKARTA- Ribuan petani yang tergabung dalam berbagai aliansi bersama dengan mahasiswa, tumpah ruah didepan Istana negara, Jakarta, Jumat (24/9). Mereka melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional ke 50.

Jumat, 17 September 2010

Seruan persatuan untuk bahu membahu memperjuangkan demokrasi.

Budi Wardoyo 17 September jam 17:50 Balas
Persoalan penyerangan pendeta HKBP (dan penyerangan terhadap jemaatnya serta pelarangan ibadah di Bekasi), juga pelarangan-pelarangan dan penyerangan-penyerangan ditempat lainnya, bukan masalah antar agama--walaupun memang ada yang mau memecah persatuan rakyat dengan isu agama--namun masalah utamanya, adalah masalah kebebasan beribadah harusnya dilindungi oleh negara.


Namun karena yang berkuasa hari ini, adalah rezim yang anti demokrasi, maka tuntutan soal kebebasan beribadah harus diletakkan dalam konteks perjuangan demokrasi secara umum, dalam konteks menuntut pada negara agar memberikan kebebasan bagi rakyat: baik kebebasan beribadah, kekebasan berkeyakinan, kebebasan berorganisasi--tidak boleh ada union busting, tidak boleh ada pembubaran organisasi--kebebasan menulis, kebebasan menerbitkan buku, kebebasan memilih orientasi sexsual, kebebasan berideologi dan kebebasan berpolitik--tidak boleh lagi ada kriminalisasi rakyat karena melakukan aksi politik perelawanan terhadap negara dan pemodal-- kebebasan bagi perempuan—

Kamis, 16 September 2010

55 Buruh WRP Nginap di DPRD Sumut
Laporan Wartawan Tribun Medan/Adol Frian Rumaijuk
TRIBUN MEDAN/ADOL FRIAN RUMAIJUK

NGINAP - Puluhan buruh PT WRP yang melakukan aksi nginap di trotoar depan DPRD Sumut, Selasa (7/9/2010).
SELASA, 7 SEPTEMBER 2010 | 22:10 WIB
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejak tanggal 31 Agustus lalu, sebanyak 55 orang buruh WRP Buana Multi Corparat melakukan aksi nginap di depan kantor DPRD Sumatera Utara.

Aksi ini dilakukan untuk menuntut hak mereka sebagai buruh yang di PHK pada bulan Juni 2009 lalu secara sepihak. Tuntutan mereka adalah pesangon yang sesuai dengan undang-undang, atau mereka dipekerjakan kembali oleh perusahaan Malaysia milik Mr Lee Song Hong dan gajinya dibayar selama mogok kerja.

Koordinator Aksi, Marta Hutapea (35), mengatakan, setelah satu tahun tiga bulan ditelantarkan, buruh berharap pemerintah memperhatikan nasib mereka. Mereka tidak setuju dengan keputusan perusahaan, hanya memberi pesangon sebesar gaji satu bulan. Karena aturan itu tidak ada dalam perjanjian kerja.

“Kami akan tetap melanjutkan aksi sampai lebaran nanti jika belum mendapat tanggapan dari dewan. Kami menginginkan agar agar dipekerjakan kembali dan perusahaan mambayar gaji kami selama ini,” kata Marta di Gedung DPRD Sumut, Selasa (7/9).

Dalam aksi tersebut, buruh memasang tenda seadanya, dan memasak menggunakan kayu bakar di trotoar depan Gedung Dewan. Anak-anak mereka yang masih balita pun ikut menginap. 

Menurut Marta, aksi nginap ini ditanggapi oleh ketua DPRD Sumut, Saleh Bangun tanggal 1 September 2010 yang lalu. DPRD Sumut berjanji akan menindak lanjuti masalah ini, dan akan membentuk panitia khusus (pansus). Tapi hingga hari ini (7/9) belum ada pemberitahuan kepada buruh terkait terbentuknya pansus dan kapan rapat pansus diadakan.

"Kami belum tau siapa yang menjadi pansus, kami perlu tau juga. Jangan-jangan mereka malah menenggelamkan kasus ini," kata Marta. (*)

Tribun Medan

Selasa, 07 September 2010

Mobil dan Genset Hotel Papandayan 'Raib', Sita Paksa Batal, Cari Simpati, Pekerja Hotel Papandayan Akan Ngamen di Nagreg

Selasa, 07/09/2010 14:38 WIB
Mobil dan Genset Hotel Papandayan 'Raib', Sita Paksa Batal
Baban Gandapurnama - detikBandung





Bandung - Sekitar 25 orang pekerja Hotel Papandayan pukul 13.00 WIB, Selasa (7/9/2010) mendatangi Hotel Papandayan di Jalan Gatot Subroto untuk menyita paksa aset Hotel Papandayan. Namun penyitaan urung dilakukan karena barang yang akan disita tak ada.

Pemogokan nyaris lumpuhkan Prancis

Selasa, 07/09/2010 08:37 WIB
BBCIndonesia.com - detikNews

Pemogokan di Prancis Transportasi umum di Prancis mengalami gangguan besar-besaran akibat aksi pemogokan yang dilancarkan untuk memprotes langkah penghematan pemerintah.

India: Langkah Penting Menuju Persatuan dan Penyusunan Kekuatan Kiri*

oleh Zely Ariane pada 07 September 2010 jam 20:32
Sekretaris Jenderal CPI (ML) Liberation Dipankar Bhattacharya. Photo by Satya.
 
Oleh: Sekretaris Jenderal CPI (ML) Liberation, Dipankar Bhattacharya.

September 2010 -- Liberation. Empat organisasi kiri—Partai Komunis India (Marxist-Leninist) Liberation [CPI (ML) Liberation], Partai Komunis Marxist (Punjab) [CPM (Punjab)], Partai Lal Nishan (Leninist) [LNP (L)] Maharashtra dan Komite Koordinasi Kiri (Kerala) [LCC]—membentuk  Koordinasi Kiri Seluruh India (AILC) pada konvensi bersama yang diselenggarakan di New Delhi pada 11 Agustus, 2010.

Senin, 06 September 2010

Investor Malaysia Diduga Larikan Duit, Karyawan Katarina Tak Terima THR

Senin, 06/09/2010 15:31 WIB

Indro Bagus - detikFinance


Jakarta - Seluruh karyawan PT Katarina Utama Tbk (RINA) sepertinya tidak akan menerima uang tunjangan hari raya (THR) pada periode hari raya Idul Fitri tahun ini lantaran kas perusahaan kosong yang dibawa kabur pemilik-pemiliknya yang berkewarganegaraan Malaysia.

Pernyataan Sikap Serikat Pekerja Keamanan – Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia Yogyakarta

Pernyataan Sikap
Serikat Pekerja Keamanan – Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia
Yogyakarta
menuntut:
Bayarkan Gaji dan THR kami, Tolak PHK dan Hapus Outsourcing!!

Sehubungan dengan kasus pelanggaran hak buruh/pekerja yang sedang menimpa 42 personel keamanan outsourcing di Saphir Square, kami perlu menegaskan beberapa hal berikut:

Minggu, 05 September 2010

2/9/2010 12:57 WIB
Tuntut THR, Buruh Pabrik Rokok Demo


Tatik Wijaya - Malang, Sebanyak 60 orang buruh pabrik rokok Adi Bungsu yang berlokasi di Jalan Ki Ageng Gribik, Kota Malang, Jawa Timur berunjuk rasa di depan pabrik mereka. Mereka menuntut agar pihak perusahaan membayarkan THR seperti yang dijanjikan.

Salah seorang perwakilan buruh, Yito mengatakan para buruh mengancam akan kembali berunjuk rasa hingga tuntutan mereka dipenuhi di mana perushaan agar membayar THR mereka Rp 1.800.000 per orang seperti yang dijanjikan pihak perusaaan pada 31 Agustus 2010 lalu.

Para buruh mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi jika tuntutan pembayaran THR tidak dipenuhi oleh perusahaan. Sementara pihak perusahaan tidak bersedia menemui perwakilan buruh.

Selain menuntut dibayarkannya THR, para buruh juga meminta agar 56 kawan mereka yang diliburkan dan tidak dibayarkana gajinya agar dipekerjakan kembali. (sik)

50 Buruh di Mojokerto Tuntut Pembayaran THR

3/9/2010 11:13 WIB
Endro Mukti Wibowo - Mojokerto, Sekitar 50 aktivis dari Aliansi Buruh Menggugat (ABM) Mojokerto, Jatim, berunjukrasa di Kantor Pemkab Mojokerto, Jatim, Jumat (3/9) siang ini.

Dalam orasinya, mereka menuntut Tunjangan Hari Raya (THR) sesuai Undang-undang Ketenagakerjaan.

Menurut aktivis ABM, saat ini di Wilayah Mojokerto terdapat dua pabrik di Kawasan Industri Mojokerto yang belum melakukan pembayaran THR pada karyawannya.

Untuk itu, ABM telah membuka posko THR untuk mengakomodasi laporan-laporan dari para buruh yang belum menerima tunjangan tersebut.

Selain itu, ABM juga menegaskan telah menyediakan pengacara untuk melaporkan pengusaha atau perusahaan yang tidak membayar THR sesuai ketentuan Undangundang ketenagakerjaan.

Sementara itu, salah satu buruh, Rihani mengatakan, tuntutan buruh ini dilakukan karena hingga H-7 Lebaran, perusahaan belum memberikan informasi kapan pemberian THR akan diberikan. (heh)

Rabu, 01 September 2010

Ribuan Buruh Panarub Tangerang Mogok Kerja

Hasan Kurniawan - Okezone
ilustrasi: dok okezone

TANGERANG - Ribuan buruh PT Panarub Industri di Jalan Raya Mauk, KM 1, Kabupaten Tangerang melakukan aksi mogok kerja menuntut kenaikan uang makan dan pemberian cuti Lebaran.

Dalam aksinya buruh melakukan orasi dan membawa poster berisi tuntutan mereka. "Naikan uang makan dan berikan cuti Lebaran selama 6 hari,"teriak buruh.

Koordinator Serikat Buruh Garmen, Tekstil dan Sepatu, Sari mengatakan jatah uang makan bagi buruh selama dua tahun ini hanya Rp 5.000. Hal ini tentu saja masih sangat jauh dari kesejahteraan buruh terlebih kebutuhan hidup terus meningkat.

"Jatah uang makan tersebut tentu saja tidak cukup walau makan dengan lauk yang sederhana,"katanya ditemui di lokasi aksi, Selasa, (31/8/2010).

Selain jatah uang makan minta dinaikkan, buruh juga meminta cuti libur lebaran selama 6 hari. Sebelumnya perusahaan memberikan cuti selama 5 hari. "Kami minta cuti lebaran selama 6 hari karena selama ini kami sudah bekerja dengan jam tinggi dan upah yang masih jauh dari kesejahteraan,"pungkasnya.
(crl)